Sejarah Pemerintahan Cetak
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 25 Desember 2011 14:54

 

Tahun 1960,

Buton menjadi “Kabupaten” berdasarkan UU No. 29 Tahun 1959 Tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tk. II di Sulawesi dengan cakupan wilayah :

Di sebelah Timur yaitu Pulau Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko berbatasan dengan Laut Banda. Di sebelah Barat Pulau Kabaena, Rumbia dan Poleang (berada di daratan Sulawesi Tenggara bagian Selatan berbatasan dengan Teluk Bone Sebagian Pulau Buton di bagian Selatan dan sebagian Pulau Muna di bagian Selatan berbatasan dengan Laut Flores.


Tahun 1964

Provinsi Sulawesi Tenggara terbentuk dengan Ibukota di Kendari, meliputi 4 kabupaten yaitu Kabupaten Buton (Ibukota Bau-Bau), Muna, Kendari dan Kolaka.


Tahun 2001

Kota Administratif Bau-Bau yang merupakan ibukota Kabupaten Buton meningkat statusnya menjadi Daerah Otonom (UU No. 13 Thn. 2001)


Tahun 2003

Dua wilayah Kab. Buton yaitu Bombana dan Wakatobi dimekarkan menjadi 2 kabupaten baru (UU No. 29 Thn 2003)


Tahun 2004 (Tgl. 24 April)

Pemkab Buton memindahkan aktifitas pemerintahannya ke Pasarwajo sebagai ibukota yang baru.

Pemindahan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah (PP No. 19 Thn 2003).

 

Berikut adalah nama-nama  Bupati Buton dan masa pemerintahannya :

 

bupatikasimLA ODE ABDUL HALIM

Bupati Buton Pertama menjabat dari 1960-1964

 

 

 

 

 

 

 

Drs. MUHAMMAD KASIM

Bupati Buton Kedua menjabat dari 1964-1969

 

 

 

 

 

 

 

KOLONEL INFANTRI ZAINAL ARIFIN SUGIANTO

Bupati Buton Ketiga menjabat dari 1969-1981

 

 

 

 

 

 

 

KOLONEL INFANTRI HAMZAH

Bupati Buton Keempat menjabat dari 1981-1986

 

 

 

 

 

 

 

 

KOLONEL INFANTRI ABDUL HAKIM LUBIS

Bupati Buton Kelima menjabat dari 1986-1991

 

 

 

 

 

 

 

 

KOLONEL CZI. H. SAIDOE

Bupati Buton Keenam menjabat dari 1991-2001


 

 

 

 

 

 

Ir. H. LM. SJAFEI KAHAR

Bupati Buton Ketujuh menjabat dari 2001-2011

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 12 Januari 2012 12:51